Hakim Lebih Takut Tekanan daripada Keadilan

redpassion_large

Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memvonis Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama dua tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penodaan agama.

"Putusan hakim dalam kasus Ahok mengecewakan, hakim memutuskan bukan atas dasar fakta hukum tapi karena intervensi dan tekanan," kata Charles, Selasa (9/5).

Anggota Komisi I DPR itu melihat sejak awal sudah jelas bahwa kasus Ahok ini lebih merupakan dagangan politik bukan suatu perkara yang lahir akibat proses hukum, karena kasus tersebut lahir dari rahim Pilgub DKI 2017.

"Ini bukan karena adanya tindak pidana yang dilakukan seorang Ahok," ujarnya.

Ia mengatakan, selama masa persidangan dapat dilihat besarnya upaya intervensi dan tekanan dari berbagai pihak terkait kasus Ahok. Menurut dia, hal ini dilakukan untuk kepentingan-kepentingan Pilgub DKI dan upaya mendegradasi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Intervensi terhadap putusan hakim dilakukan melalui demonstrasi di jalanan, dari meja pimpinan DPR sampai komentar elite-elite partai politik. Terbukti, hakim lebih takut dengan tekanan dan intervensi ketimbang menerapkan keadilan,"‎ tandasnya.

Untuk diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memvonis Ahok selama dua tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penodaan agama pada Selasa (9/5).

Di samping itu, majelis hakim juga memerintahkan agar Ahok ditahan. Saat ini Ahok sudah berada di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Sumber : Beritasatu