PDI Perjuangan Akan Pasang Badan Untuk Ahok-Djarot

redpassion_large

Beberapa penolakan yang dialami pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dengan nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat oleh sejumlah warga membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan pasang badan untuk keduanya. Hal tersebut ditegaskan anggota Komisi I DPR RI sekaligus Bendahara Umum Tim Kampanye Ahok-Djarot, Charles Honoris.

Charles menegaskan hal itu saat melakukan konsolidasi internal dengan anggota dan kader PDIP PAC Tambora di Jalan KH Moch Mansyur, Tambora, Jakarta Barat, Senin (7/11) malam.

Politisi PDIP ini menilai penolakan yang dilakukan sejumlah warga terhadap Ahok dan Djarot yang sedang melakukan kampanye di lapangan pada masa kampanye adalah tindakan yang salah. Karena, keduanya melakukan kegiatan kampanye yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh KPU DKI.

“Akhir-akhir ini ada beberapa pihak menolak keberadaan Ahok-Djarot‎ saat kampanye. Ini salah. Seluruh kader harus pasang badan terhadap pasangan ini,” kata Charles.

Menurut Charles, penolakan yang dilakukan pihak tertentu itu sudah tidak sesuai dengan konstitusi dan Undang-undang yang berlaku di Indonesia. Karena itu, dirinya ingin seluruh kader PDI Perjuangan di Jakarta pasang badan bila Ahok maupun Djarot turun ke lapangan untuk kampanye.

Namun ia menjelaskan yang dimaksud dengan pasang badan adalah menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan kampanye di lokasi permukiman warga saat didatangi oleh Ahok dan Djarot. Kader atau pun anggota PDIP tidak boleh menggunakan tindakan kekerasan dalam mengamankan dan melindungi pasang calon yang diusung PDIP.

"Yang menolak pasangan Ahok-Djarot maupun calon lain saat kampanye itu jelas melanggar konstitusi dan undang-undang. Tapi saya minta kader jangan pakai kekerasan ya pasang badannya," tegasnya.

Dalam acara konsolidasi dengan anggota PDIP PAC Tambora yang dihadiri 500 anggota, Charles didampingi beberapa anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, diantaranya Siegvrieda dan Bimo Hastoro.

Sumber : BeritaSatu