Kerahkan 107 Anggota DPR, Kawal Setiap Kelurahan

redpassion_large

PDI Perjuangan jadikan Pilkada DKI 2017 sebagai target nomor satu. Tidak tanggung- tanggung, semua anggota DPR dari Fraksi PDIP dikerahkan untuk memastikan kursi DKI-1 jatuh ke tangan partai banteng moncong putih itu.
 
Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris mengata­kan, pengerahan seluruh anggota DPR itu adalah perintah langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Instruksi Mega itu disampaikan setelah memanggil 107 anggota DPR. Tujuannya, untuk meme­nangkan calon Gubernur yang akan diusung PDIP di Pilgub DKI tahun depan.

Menurut Charles, setiap ang­gota DPR diberi tugas mengawal kelurahan-kelurahan di Jakarta. Diketahui, saat ini, PDIP memi­liki 109 kursi di DPR pusat. Tapi, ada dua anggota DPR masih kosong dan dalam proses per­gantian antarwaktu (PAW).

"Kita (anggota DPR) memang sudah ditugaskan masing-mas­ing wilayahnya. Kalau saya di Kelurahan Kamal, Kalideres. Jadi masing-masing dari 107 anggota Fraksi PDI Perjuangan ditugasin untuk masing-masing kelurahan untuk memenangkan siapa pun yang diusung PDI Perjuangan," papar Charles kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Tidak hanya anggota DPR pusat, jelas Charles, arahan Mega itu juga disampaikan ke kepala daerah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). 

"Kepala daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah juga akan turun dan diundang datang ke Jakarta un­tuk menggalang komunitas mer­eka masing-masing untuk peme­nangan DKI," ungkap Charles. 

Anggota Komisi I DPR dari dapil DKI Jakarta ini mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari persiapan atau pemanasan mesin partai. Dengan begitu, ketika Mega sudah menentukan calon, mesin partai dapat lang­sung bergerak dengan kekuatan menyiapkan mesin partai ketika nanti calon sudah ditentukan.

Strategi menerjunkan seluruh anggota DPR ini, lanjut Charles, sudah pernah diterapkan pada Pilgub DKI 2012 lalu. Ketika itu, PDIP mengerahkan 91 anggota DPR dan kemudian mengan­tarkan pasangan Jokowi-Ahok mengalahkan incumbent pasan­gan Foke-Nachrowi Ramli.

"Selama ini kan, kalau kita liat historis 2012, PDI Perjuangan menentukan calon pada menit-menit terakhir dan akhirnya calon yang diputuskan DPP partai bukan hanya jadi gubernur DKI tapi jadi Presiden. Saya yakin, kita ini masih berproses dan PDI Perjuangan akan menghasilkan terbaik dengan DKI Jakarta," tandasnya.

Ditanya apakah PDIP kemungkinan akan mengusung incum­bent Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Charles mengata­kan, kemungkinan itu bisa saja. Hanya saja, lanjutnya, jika Ahok tetap maju lewat jalur inde­penden, maka PDIP tidak akan mendukungnya.

Sementara, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga mengkalim, memiliki banyak kader potensial yang bisa diusung di Pilgub DKI 2017. Tapi, para kader itu tentu tidak ada yang mempersiapkan diri atau menunjukkan diri ingin diusung di Pilgub DKI. Mereka tetap fokus dengan tugas di daer­ah masing-masing, sampai nanti PDIP mengambil keputusan. 

"Banyak, kalau saya menyam­paikan ini seolah istimewakan seorang kader. Mulai Bu Risma, Mas Ganjar, Mas Djarot, Mas Bambang DH kan mantan Wali Kota Surabaya yang sangat berhasil," ucap Eriko di Gedung DPR, kemarin.

Selain itu, lanjutnya, ada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas,Walikota Blitar M Samanhudi Anwar yang menang tertinggi se-Indonesia 92 persen. "Sesuatu yang belum diputuskan, tentunya kader-kader itu tidak etis kalau menyampaikan saya ingin, saya setuju, saya menolak, saya tidak mau, kan tidak seperti itu," tuturnya.

Sumber : RMOL

Video CH