Kuliah Umum Mahasiswa Jurusan Politik Universitas Indonesia bersama Charles Honoris

redpassion_large

(Jakarta, 8/9) Mahasiswa Universitas Indonesia Jurusan Ilmu Politik bersama CEPP (Central of Election of Political Party) FISIP UI melaksanakan program magang akhir masa perkuliahan yang dikenal dengan program “Parliamentary Internship”.

Bagi mahasiswa Ilmu Politik, DPR-RI merupakan tempat untuk memperoleh pengalaman atas realitas yang selama ini mereka pelajari di bangku perkuliahan. Hal ini dikarenakan lembaga legislatif merupakan “laboratorium” bagi seluruh mahasiswa Ilmu Politik, karena di tempat inilah dinamika atas proses politik di dalam negeri terjadi.

Sebelum dimulainya program Parliamentary Internship, para mahasiswa akan diberikan pengarahan oleh Anggota DPR-RI terkait pengalaman menjalankan peran dan fungsi sebagai Anggota DPR-RI.

Charles Honoris diberikan kepercayaan sebagai pembicara pada kuliah umum dihadapan 109 mahasiswa Ilmu Politik UI pada pembukaan program Parliamentary Internship oleh CEPP FISIP UI yang dikoordinasi oleh Reni Suwarso.

Kuliah umum di awal program ini sangatlah penting bagi calon peserta program magang Parliamentary Internship, karena setelah pengarahan oleh anggota DPR-RI, para mahasiswa/i akan langsung memulai program magang dan akan tersebar ke Anggota-anggota DPR-RI sebagai Tenaga Ahli.

Charles Honoris menjelaskan bahwa peran Tenaga Ahli di dalam lembaga legislatif merupakan hal yang sangatlah penting. Ia mencontohkan bahwa di salah satu kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat pada awal Agustus 2015, ia melihat baiknya kualitas UU yang diproduksi oleh congress AS tidak dapat dilepaskan dari kualitas SDM yang dimiliki oleh Tenaga Ahli dengan berbagai macam latar pendidikan.

Oleh karena itu, Tenaga Ahli memiliki posisi strategis karena perannya sangat signifikan untuk membantu Anggota Dewan dalam merumuskan UU. 

Salah satu mahasiswa menanyakan tentang keefektifan rumah apsirasi yang didirikan oleh Charles Honoris. Charles Honoris mendirikan RKCH (Rumah Konstituen Charles Honoris) yang berada di Dapil, dan keefektifannya berasal dari keaktifan advokasi Charles Honoris  dan Tim RKCH agar menyerap aspirasi secara langsung ke tengah masyarakat.

Hal ini tidak dapat dilepaskan dengan koordinasi bersama struktur partai dari pusat hingga akar ranting untuk memberikan informasi aktual atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di Dapil tersebut.