MKD Pastikan Periksa Setya Novanto dan Fadli Zon

redpassion_large

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI segera memproses laporan delapan anggota parlemen terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dalam jumpa pers bakal calon Presiden AS Donald Trump, beberapa hari yang lalu.

Hal itu dikemukakan anggota MKD dari Fraksi Partai Hanura Syarifuddin Sudding di Gedung DPR, Jakarta.

"MKD akan melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran kode etik. Pengadu dipanggil sebagai saksi termasuk bukti dan dokumen yang diserahkan," kata Sudding.

Baca juga Charles Honoris Berharap Setya Novanto Dan Fadli Zon Dapat Sanksi Tegas Dari MKD 

Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto berperndapat yang sama dengan MKD yaitu mereka menjalankan tugas untuk memproses semua laporan rakyat termaksut media terlebih dahulu dan siapa tahu Setya Novanto akan diklarifikasi.

Bilamana terbukti ada pelanggaran terhadap terlapor, pihaknya akan menjatuhkan satu dari tiga hukuman, yaitu sanksi ringan berupa teguran tertulis, sanksi sedang dalam bentuk tidak diizinkan menjabat di alat kelengkapan dewan (AKD), dan sanksi berat berupa rekomendasi untuk diberhentikan.

Anggota MKD DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang menambahkan pihaknya juga akan menelusuri jadwal dan anggaran perjalanan delegasi DPR RI. "Ini anggaran mana, nanti kami cek dan coba koordinasi dengan bagian anggaran."

Kedelapan anggota dewan yang melaporkan Setya Novanto dan Fadli Zon yaitu, empat di antaranya dari Fraksi PDI Perjuangan, yakni Charles Honoris, Budiman Sudjatmiko, Rieke Diah Pitaloka, dan Adian Napitupulu. Tiga lainnya ialah Maman Imanulhaq dari Fraksi PKB, Amir Uskara dari Fraksi PPP, Akbar Faizal dari Fraksi NasDem, dan Inas Nasrulloh Zubir (Fraksi Partai Hanura) yang tidak hadir.

"Sebagai pimpinan DPR RI sangat tidak etis ketika mereka menghadiri kampanye kandidat Presiden AS. Menurut saya, ada pelanggaran etika ketika martabat lembaga dan negara sudah tercoreng," ujar politisi muda Charles Honoris.

Baca juga Hadir Di Kampanye Capres AS, Setya Dan Fadli Dianggap Langgar Etika!! 

Menurut Anggota Komisi I Charles Honoris, rombongan DPR RI yang bertemu Donald Trump diduga melanggar kode etik anggota dewan Pasal 232 bahwa setiap anggota selama menjalankan tugas harus menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas anggota DPR. Charles Honoris menunjukkan setumpuk bukti foto dan video terkait peristiwa itu. Setya dan Fadli dinilai melanggar Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik, Pasal 1 ayat 10 tentang Perjalanan Dinas, serta Bab II Ketentuan Umum dan Integritas.

Penguatan lembaga
Setya Novanto mengapresiasi langkah MKD menindaklanjuti laporan pelanggaran kode etik tersebut. "Sebagai pimpinan lembaga negara, kami mendukung karena itu bentuk penguatan kelembagaan MKD dan secara umum memperkuat kelembagaan DPR RI," ungkap Novanto dalam rilis yang diterima Media Indonesia, kemarin.

Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono pun berharap Setya Novanto dan Fadli Zon menjelaskan kepada MKD secara gamblang.

"Sebaiknya forum MKD tersebut digunakan untuk menjelaskan kenapa mereka hadir di acara itu. Dengan klarifikasi, diharapkan tidak ada lagi anggota dewan mengulangi hal serupa. Mereka lebih berhati-hati menjalankan tugas sebagai anggota DPR," tandas Agung. 

Sumber MediaIndonesia.com